News & Article
Eat Pray Love by Rev. Dr Jimmy OentoroSungguh…pada dasarnya semuanya adalah bagi JIWA-JIWA! Apapun yang kita lakukan, bukan hanya sekedar progam atau event. Tetapi gereja kita ada, untuk jiwa-jiwa. People is Our Mission!
Saya terinspirasi oleh seorang yang sangat berada di Indonesia. Dia menceritakan kepada saya bahwa setiap kali dia pergi ke kota Medan, dia akan selalu memilih untuk menginap di rumah seseorang. Hal tersebut dia lakukan dengan rendah hati, supaya orang-orang bisa mendengar injil Kabar BaikNya.
Sebagai hamba Tuhan di gerakan IFGF GISI seluruh dunia, kita harus memiliki tiga kebiasaan yang membawa kita lebih dekat kepada JIWA-JIWA. Eat, Pray, and Love! Terinspirasi dari Julia Roberts dan kawan-kawan, ini merupakan suatu panggilan yang nyata untuk kita semua dapat bertumbuh semakin kuat. Dalam Kisah Para Rasul 2:46-47, dikatakan, "Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan."
Dari sinilah terpancar KEHIDUPAN dari gereja mula-mula. Tahun ini, kita ingin mengikuti jejak daripada gereja mula-mula dengan mengadopsi tiga gaya hidup yang baru. Pertama, kita meluangkan waktu untuk makan bersama-sama dengan pemimpin & gembala kita. Kedua, kita makan bersama dengan anggota gereja atau dengan saudara seiman. Dan ketiga, kita perlu meluangkan waktu untuk makan bersama mereka yang belum bergereja untuk membawa mereka kepada Tuhan dan gerejaNya.
Mari kita bersama meninggalkan sebuah kenangan & legacy yang indah melalui EAT PRAY & LOVE. Dan saya percaya Kerajaan Kristus akan dimuliakan!
Sumber: Leadership Conference 2011 di Atlanta
Sungguh…pada dasarnya semuanya adalah bagi JIWA-JIWA! Apapun yang kita lakukan, bukan hanya sekedar progam atau event. Tetapi gereja kita ada, untuk jiwa-jiwa. People is Our Mission!
|
This is Our ChurchThis is our Church
Apa yang membuat sebuah gereja menjadi luar biasa? Apakah dilihat dari besarnya bangunan? Program-program yang penuh gairah? Pendetanya yang terkenal? Bukan! Apa yang membuat sebuah gereja menjadi luar biasa adalah orang-orang di dalamnya! Bridget Williard mengatakan, "Gereja bukanlah tempat dimana kita bertemu. Gereja bukanlah sebuah bangunan. Gereja adalah apa yang kita lakukan. Gereja adalah siapa Anda. Gereja adalah wajah dari Yesus Kristus sendiri sebagai pribadi. Jangan lagi kita pergi ke Gereja, tapi mari kita menjadi sebuah Gereja." Anda dan saya adalah gereja IFGF GISI. Dan saya bangga menjadi bagian dari gereja IFGF GISI. Ini adalah gereja kita, gereja yang dilahirkan berdasarkan passion dan yang berlari dengan sebuah visi. Sambil kita melakukan pekerjaan pelayanan kita, kita perlu kembali mengingat dan menghargai sejarah kita serta sekaligus bekerja menuju masa depan kita. Amsal 18:1 menyatakan bahwa kita manusia diciptakan untuk menjadi individu yang interdependen (bukan independen). Oleh sebab itu, kita perlu berhati-hati dalam membangun hubungan dalam hidup kita, karena hal itu akan sangat mempengaruhi kehidupan dan pelayanan kita. Dengan siapa kita berlari dalam hidup ini? Apakah Anda sedang berlari dengan "orang-orang kemarin" – mereka yang selalu berbicara tentang masa lalu? Sedangkah Anda berlari dengan "orang-orang hari ini" – mereka yang hanya peduli dengan sekarang dan hari ini? Atau Anda sedang berlari dengan "orang-orang hari esok" – mereka yang dapat melihat masa depan mereka? Saat kita berlari menuju 2011, dua hal penting dalam gerakan IFGF GISI sepanjang 2011 dan seterusnya adalah: Deepening our roots berarti kita tahu apa yang menjadi DNA gerakan kita bersama, serta menghidupinya dalam setiap pelayanan, misi dan kegiatan kita. Apa sebenarnya isi hati gerakan kita? Apakah DNA IFGF GISI? Ada empat C, yaitu: Commission, Compassion, Covenant, dan Cutting Edge. 1. Commission (the Great Commission atau Amanat Agung) IFGF GISI dimulai dengan sebuah kerinduan untuk memenuhi Amanat Agung. Inilah benih iman yang membuahkan persekutuan bagi para siswa Indonesia di Amerika pada tahun 1980. Sekelompok kecil siswa ini bersatu dalam doa, belajar FirmanNya, dan mencari Tuhan. Tak lama kemudian, persekutuan ini menjadi sebuah gereja. Dari 1 gereja, sekarang menjadi 3000 gereja di 40 negara. Setiap gereja IFGF GISI memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk memenuhi Amanat Agung! Ingat, gereja yang tidak missioner akan menjadi gereja yang terhilang saat Yesus datang kembali... Gereja yang tidak dengan sungguh-sungguh mendukung tercapainya Amanat Agung berarti telah meninggalkan pula hak Alkitabiahnya untuk tetap bereksistensi. 2. Compassion (Belas Kasihan) Pernyataan misi kita adalah PEOPLE IS OUR MISSION. Ini berarti bahwa apapun yang kita kerjakan, semuanya harus dilakukan untuk orang-orang yang kita layani dan juga untuk mereka yang melayani bersama-sama dengan kita. Fokus kita adalah untuk menjangkau orang-orang sampai ke level yang paling dasar, mereka yang tertekan, miskin, dan yang terhilang. Inilah sebabnya kita telah membangun sebuah kendaraan misi, Indonesian Harvest Outreach (IHO) pada tahun 1989, yang kemudian terus berubah menjadi World Harvest pada tahun 2000. Melalui World Harvest dan organisasi-organisasi yang berafiliasi dengannya, kita bersama-sama bekerja untuk mentransformasi 50 komunitas yang membutuhkan, menyediakan pendidikan bagi 7000 anak-anak kurang mampu, membangun sekolah bagi yang miskin, melatih para pemimpin di seluruh dunia melalui Harvest Festival, menjangkau 60 juta orang melalui program keluarga di radio, dan bahkan lebih banyak orang lagi melalui U Channel (program televisi), dan lain sebagainya. Kita juga telah membuat komitmen untuk mendukung program United Nation's Millenium Development Goals untuk menghapus kemiskinan di tahun 2015. 3. Covenant (Ikatan Perjanjian) IFGF GISI adalah sebuah gereja yang berdasar pada ikatan perjanjian. Sebuah ikatan perjanjian lebih dari sekedar persahabatan atau perjanjian (kontrak). Seorang pengusaha mungkin dapat memutuskan kontrak ketika pekerjaannya tidak lagi menguntungkan baginya. Tapi kita tidak pernah memutuskan sebuah ikatan perjanjian, bahkan di tengah-tengah ujian dan cobaan sekalipun. Tuhan telah membuat ikatan perjanjian dengan kita, dan kita telah membuat ikatan perjanjian satu dengan yang lain di bawah naungan IFGF GISI. Respon Anda saat ujian datang menunjukkan seberapa kuatnya ikatan perjanjian Anda. Asal kata "covenant" (ikatan perjanjian), adalah "beriyth", yang berarti memotong dua belah daging untuk kemudian disatukan menjadi sebuah kehidupan dan kehendak yang sama. Kesatuan ini tertulis di dalam hati dan tidak ada batas waktu yang menentukan kapan ikatan perjanjian ini akan berakhir. "Kamu sekalian pada hari ini berdiri di hadapan TUHAN, Allahmu: para kepala sukumu, para tua-tuamu dan para pengatur pasukamu, semua laki-laki Israel, anak-anakmu, perempuan-perempuanmu dan orang-orang asing dalam perkemahanmu, bahkan tukang-tukang belah kayu dan tukang-tukang timba air di antaramu, untuk masuk ke dalam perjanjian TUHAN, Allahmu, yakni sumpah janjiNya, yang diikat TUHAN, Allahmu, dengan engkau pada hari ini, supaya Ia mengangkat engkau sebagai umatNya pada hari ini dan supaya Ia menjadi Allahmu, seperti yang difirmankanNya kepadamu dan seperti yang dijanjikanNya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak, dan Yakub." (Ulangan 29:10-13) Kita melihat sebuah ikatan perjanjian yang sungguh-sungguh dipraktekkan, yaitu dalam kehidupan Rut. Dia mengalami tragedi, kelaparan, kepahitan, kemisikan, dan bahkan kematian dalam hidupnya. Namun dia tetap berpegang teguh pada perjanjian antara dirinya dengan Tuhan Allah Israel, dan antara dirinya dengan ibu mertuanya Naomi. Dengan berpegang pada ikatan perjanjian ini, dia menunjukkan iman yang luar biasa. Dia pun dihormati oleh karena integritasnya, dia menerima perlindungan, dia mengalami kemakmuran, dan juga kehidupan yang dipenuhkan. Ada kekayaan yang luar biasa dan kuasa yang besar dalam sebuah ikatan perjanjian! Dan inilah ikatan perjanjian yang gereja Yesus Kristus harus miliki pada masa-masa akhir ini. Ikatan perjanjian yang dibuat dengan Tuhan tidak seharusnya dilihat sebagai sesuatu yang membatasi, melainkan melindungi. 4. Cutting Edge (Ujung Tombak) Pada akhirnya,seiring dengan berjalannya IFGF GISI dalam mencapai visinya, Tuhan telah senantiasa menunjukkan anugerahNya dalam membawa gereja kita sebagai trend-setter dari gerakanNya. IFGF GISI terus memiliki kerinduan untuk bergerak bersama-sama dengan Roh Kudus memasuki pelayanan-pelayanan baru, area-area baru, sekaligus melayani generasi-generasi yang berikutnya secara relevan dan penuh gairah. Kita berdoa agar Tuhan sendiri yang akan membawa gerakan ujung tombak kita sampai pada akhirnya! (Filipi 1:6) Ingatlah selalu bahwa dalam setiap pekerjaan pelayanan kita, kita tidak melakukannya untuk MENCARI KETENARAN melainkan untuk MENJADI PENGARUH. Angka satu adalah angka yang lengkap. Dengan satu orang, yaitu Anda, Tuhan dapat melakukan banyak hal untuk mempengaruhi komunitas, kota, dan bangsa-bangsa. Doa saya adalah agar kita semua dapat hidup dalam kepenuhan, hidup membawa dampak bagi banyak orang untuk kemuliaan Kristus. Saya bersemangat sekali melihat jutaan orang akan diselamatkan dan datang kepada Kristus melalui GEREJA KITA, dan kita akan terus berdiri untuk memenangkan bangsa-bangsa dan generasi-generasi bagi Kristus.
Envisioning GOD's Greater WorksENVISIONING GOD'S GREATER WORKS
Pdt. Dr. Budi Hidajat
Saya baru saja kembali dari perjalanan pelayanan yang luar biasa, yaitu Harvest Festival Afrika, yang diadakan di empat lokasi yang berbeda: Mbarara, Kono, Bo, dan Freetown. Ketika IFGF GISI dimulai pada tahun 80-an, kita tidak pernah membayangkan bahwa kita akan menjangkau area-area jauh diluar batasan Negara kita. Namun dengan visi untuk melihat banyak orang datang kepada Kristus, dan gairah untuk melihat visi itu menjadi kenyataan, doa-doa dan gerakan kita terus maju dan bertambah besar sampai dengan hari ini! Setelah saya kembali dari perjalanan saya ke Afrika pertama kali pada bulan Mei 2010, saya menyaksikan karya Tuhan melalui RCCG, yaitu gereja terbesar di Afrika dengan 7 juga anggota jemaatnya. Ps. Odeboye, Gembala Senior dari gereja ini, yang pernah terpilih sebagai orang ke-49 paling berpengaruh di dunia oleh Newsweek, memiliki aspirasi yang sangat besar. "Dia ingin menyelamatkan jiwa-jiwa, dan dia ingin melakukannya melalui penanaman gereja dengan gaya Starbucks: dimana-mana" (The Newsweek, 20 Desember 2008). Ini merupakan visi yang sangat tidak biasa, tapi dia percaya pada Tuhannya dan dia percaya mujizat. Tuhan memakai orang-orang yang biasa untuk mencapai hal-hal yang luar biasa. Kita hanya perlu tetap setia pada visi kita, tetap available, dan tetap tunduk pada kehendak Tuhan. Saya ingin mengajak setiap kita yang ada dalam pelayanan saat ini, untuk terus memegang iman yang teguh dalam melayani Tuhan kita yang besar melalui karunia unik yang kita miliki dalam pelayanan. Saya percaya, kita akan dapat bersama-sama melayani untuk merealisasikan visi besar IFGF GISI dalam 3 tahun ke depan. Visi kita telah dirangkum dalam 5 Agenda IFGF GISI: CHURCH PLANTING, LEADERSHIP DEVELOPMENT, CHURCH DEVELOPMENT, MINISTRY DEVELOPMENT, dan ORGANIZATION (Good Governance). Ini bukan untuk kebanggaan kita sendiri, jika kita bekerja keras untuk mencapai banyak hal ke depan, tapi untuk kemuliaan Tuhan agar Dia bisa memenangkan banyak jiwa & komunitas dan membawa mereka datang ke rumahNya! Praying & FastingDoa & Puasa
Ada banyak alasan mengapa orang berpuasa. Dalam Perjanjian Lama kita mengetahui Daniel berpuasa dan berdoa untuk mengakui dosa-dosa dan meminta pengampunan Allah atas Israel (Daniel 9). Daud berdoa dan berpuasa bagi musuh-musuhnya yang sakit (Mazmur 35:13). Sementara itu, Raja Ahab merendahkan dirinya di hadapan Allah sehingga bencana tidak menimpanya (1 Raja-Raja 21:25-29). Â
|
