Get Adobe Flash player

Menabur Benih Keuangan

BreadOleh Anita Du Plessis – IFGF GISI KA Jakarta English Service

Sebagai orang-orang percaya, kita membangun kehidupan yang berdasarkan apa yang Alkitab ajarkan tentang mengelola keuangan. Alkitab berbicara tentang dua macam benih yang dapat kita tabur sebagai orang percaya. Kedua benih itu adalah Firman Tuhan dan keuangan. Alkitab menjanjikan dengan luar biasa bahwa mereka yang hidup berdasarkan apa yang dikatakanNya akan memiliki sebuah kehidupan yang baik. Ketika kita mengaplikasikan Firman Tuhan dalam hidup kita, kita akan mengerti arti dari berkat Tuhan. Dan jika kita menginginkan kemakmuran, sukses dan berkat dalam keuangan kita, maka kita harus memberi ke dalam pekerjaan Tuhan. Tidak ada yang namanya ‘short cut’. Agar kita bisa menikmati berkat Tuhan, kita harus mengikut akan jalan-jalanNya.

Dalam perumpamaan tentang penabur, Yesus berkata bahwa apabila kita memahami arti dari perumpamaan ini maka kita akan mengerti cara kerja Kerajaan Tuhan (Markus 4:13). Pada intinya, ketika kita berinvestasi secara keuangan dalam hal-hal yang benar, kita dapat dengan yakin mengharapkan sebuah hasil dan juga berbagai berkat Tuhan. Dia memberikan penghargaanNya kepada mereka yang takut akan Dia.

Misi adalah denyut jantung Tuhan. Dukunglah misi karena Kristus telah memberikan kepada kita perintah untuk melakukannya dan Amanat Agung masih berlaku. “Ketika kita memikirkan Penginjilan Dunia dan Amanat Agung, kita harus berpikir dalam jumlah jutaan dan ratusan juta orang. Jika tidak, maka tidak mungkin kita mentaati perintah Kristus yang terakhir. Kita hanya punya satu tugas – yaitu untuk menginjili manusia dengan Kabar Baik yang Tuhan berikan. Tugas kita dapat terlaksana dalam waktu yang singkat – ketika autobiography kita telah ditulis dalam satu kalimat saja – ‘Aku memiliki belas kasihan pada banyak orang!’” –Oswald J.Smith.

Misionaris meneriakkan apa yang Sir Winston Churchilll katakana “Berikan kepada kami alatnya dan kami akan menyelesaikan pekerjaan itu.” Jika kita menginjili dunia dalam generasi saat ini, kita harus memberikan kepada para misionaris alat yang terbaik untuk melakukan pekerjaan mereka!

Apapun pekerjaan kita, tidak ada orang Kristen yang tidak dapat memberi; dan ketika memberi dilakukan dalam kasih, hal ini merefleksikan pengorbanan terbesar yang telah diberikan bagi umat manusia: kematian Yesus di kayu salib. Misi adalah sebuah investasi jangka panjang, dimana kita tidak selalu melihat hasilnya secepat itu. Tapi karena gereja sendiri adalah pemberi hidup di bawah otoritas dan pemerintahan Tuhan kita, marilah kita mengulurkan tangan kita sebagai gereja dan memberi KEHIDUPAN!