Siapkan Diri Anda Untuk Berdoa

1. Persiapkan hatimu untuk ber-fellowship dengan Tuhan (Mzm 24:3-5)
- Akuilah segala dosamu (1 Yoh 1:6-9; 1 Yoh 3:21-22; Ibr 10:19)
- Ampuni mereka yang menyakitimu (Mrk 11:25-26)
- Kemudian pandang dirimu sebagai seseorang yang telah mati dari dosa dan tidak bercela di mata Tuhan (Rom 6:11; 2 Kor 5:21)
2. Miliki tujuan dalam doamu
Ketahui apa yang akan Anda doakan. Sangatlah sulit berdoa tanpa mengetahui apa yang Anda mau atau apa keinginan Tuhan. Kita harus memiliki gambaran yang jelas mengenai apa yang kita minta kepada Tuhan. Jika kita tidak memiliki hal ini maka kita dapat menungguNya hingga Ia menyingkapkan tujuan doa kita. Kita dapat melakukannya dengan duduk berdiam, atau dengan menyembah dalam hati kita, menunggu hingga Allah memberikan hasrat di hati kita. Kita juga dapat memulainya dengan mengatakan kepadaNya betapa kita menghargaiNya.
Yesus mengatakan kepada kita untuk meminta, mencari dan mengetuk. (Mat 7:7). Dalam meminta, kita haruslah jelas. Dalam mencari, tujuan kita adalah untuk mengenal Allah dan ada bersamaNya. Dalam mengetuk (perantaraan) kita harus mengerti apa yang Allah ingin lakukan dan berdoa bagi Firman Allah mengenai hal tersebut.
Kadangkala kita tidak tahu apa yang mau didoakan, dan karena itu kita dapat berdoa dalam Roh (Rom 8:26). Kita dapat berbahasa Roh tanpa kita mengerti, bahkan untuk waktu berjam-jam, tergantung yang Tuhan mau. Namun begitu, Paulus menyatakan bahwa dia berdoa dengan Roh dan pengertian (1 Kor 14:15). Segala kehidupan kita, pemikiran kita, harus ikut terlibat dalam doa kita. Pikiran kita harus mengerti apa yang kita minta dari Tuhan. Namun demikian, kita dapat berdoa dengan Roh (berbahasa lidah) sekalipun saat pikiran kita membutuhkan istirahat (Yes 28:11,12)
Fakta mengingatkan, bagaimanapun, saat kita berdoa, terutama dalam kelompok, kita harus menyetujui apa yang kita doakan (Mat 18:19). Hal yang begitu penting dan berharga bagi Allah adalah saat kita menungguNya dan mulai mengutarakan tentang diri kita kepadaNya, dan membuka hati kita bagiNya.
Â
3. Ketahui apa yang Firman Allah katakan mengenai apa yang Anda doakan.
Kita perlu memperbaharui pikiran kita dengan Firman Allah sehingga kita mengetahui keinginan Tuhan mengenai apa yang kita doakan tanpa keraguan. Keinginan Allah adalah melakukan apa yang Ia janjikan dalam FirmanNya. Dengan merenungkan Firman dan mengijinkannya mentransformasi hati kita seiring kita memperbarui pikiran kita, kita mempersiapkan diri kita untuk berdoa dalam iman. Jika kita tidak mengetahui apa yang Firman Allah katakan, maka akan selalu ada kesempatan untuk kita menjadi ragu, dan jika kita ragu maka kita tidak dapat berharap untuk menerima sesuatu dari Tuhan (Yak 1:6,7).
Â
(diadopsi dari: www.christian-faith.com)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
