Get Adobe Flash player

Kasih adalah Perintah yang Terutama

PBH

Mengutip dari kitab Nabi Paulus kepada orang-orang Korintus, yang berkata, “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.” (1 Korintus 13:1-2)

Kita diingatkan akan semangat Natal yang sesungguhnya. Setiap kali kita merayakan kelahiran Kristus, kita mengingat kasih Allah kepada umatNya. Sebegitu besarnya sehingga Ia bersedia mengutus anakNya Yesus Kristus untuk menjalani kehidupan di bumi sebagai manusia, hanya untuk nantinya disalibkan agar dosa-dosa kita ditebus. Kita tidak perlu lagi mengorbankan darah domba dan lembu sebagai korban penghapus dosa karena Yesus telah dikorbankan di kayu Salib sebagai Domba Allah sekali dan selamanya.

 

Pengorbanan di kayu salib terjadi oleh karena kasih. Dan kasih yang sama yang telah kita terima dariNya inilah yang kita dapat bagikan kepada keluarga dan komunitas kita. Visi kesepuluh IFGF GISI mengatakan agar kita membangun gereja yang Godly dan skillful. Kita tidak hanya ingin membangkitkan generasi yang memiliki keterampilan dalam pekerjaan dan pelayanan mereka, tetapi juga generasi yang dipenuhi dengan keilahian dan kasih untuk menjamah kehidupan dan mengubah bangsa.

 

Ingatkan kembali gereja Anda, bahwa kasih adalah perintah yang terutama. Dalam semangat Natal tahun ini, mari kita kembali ke pondasi iman dan pelayanan kita yang paling mendasar, yaitu kasih itu sendiri. Dengan kasih, tidak ada yang mustahil! Selamat merayakan Natal yang indah...