Diciptakan Untuk Berhasil
1. Kita diciptakan menurut GAMBAR Dan RUPA Allah
Gambar dan Rupa (Kej 1:26)
Gambar - Representasi = Siapa diri kita
Rupa - Manifestasi = Apa yang kita lakukan/hasilkan
Representasi: Kita diberkati Kenali IDENTITAS/JATIDIRI kita bahwa kita adalah orang-orang yang diberkati. Jangan membanding-bandingkan jenis dan status pekerjaan karena setiap orang dipanggil oleh Tuhan dalam tugas dan tanggungjawab masing-masing (CEO, manager, staff, supir, pembantu, dll), semua ada porsinya/panggilannya masing-masing dan semuanya DIBERKATI.
Manifestasi: Kita beranakcucu, bertambah banyak, memenuhi, menaklukkan, dan berkuasa atas bumi (28) Kita harus MENGUASAI (have DOMINION) segala perkara yang Tuhan percayakan kepada kita saat ini. Kesuksesan menurut kacamata Allah adalah KEBERHASILAN dalam menunaikan tanggungjawab sesuai dengan panggilan Tuhan.Be the best CEO, the best manager, the best staff, the best driver, the best servant, dll. Semua MULIA di mata Tuhan.
1. Kita diciptakan menurut GAMBAR Dan RUPA Allah
“Biji” adalah MAKANAN kita (29)
Ada perbedaan jenis makanan antara manusia dengan binatang. Makanan untuk manusia dikatakan mengandung biji sedangkan untuk hewan tidak dikatakan mengandung biji. KITA HIDUP dari apa yang KITA MAKAN.
Manusia sebagai gambar dan rupa Allah percaya bahwa segala yang Tuhan berikan untuk dikelola dan dinikmati MENGANDUNG BIJI/BENIH. Ini artinya mengandung POTENSI BERMULTIPLIKASI.
Orang yang berdosa (berkelakuan seperti hewan) menghabiskan segala yang dimiliki untuk kepuasan diri sendiri. Orang benar MENIKMATI berkat dan MENABUR sebagian karena percaya akan ada pertumbuhan dari benih menjadi buah.
BERKAT ORANG BENAR TIDAK BERKESUDAHAN. Dari satu biji menghasilkan sebuah pohon yang mengandung banyak buah. Dalam satu buah mengandung banyak biji yang memiliki potensi bertumbuh menjadi sebuah pohon yang akan menghasilkan lebih banyak buah dan lebih banyak biji. Begitulah seterusnya. Berkat orang benar sungguh-sungguh BERANAK CUCU, BERTAMBAH BANYAK, dan MEMENUHI BUMI.
2. Kita Ditempatkan di TAMAN EDEN (Kej 2:15)
Eden: Tempat tinggal Adam untuk menjadi seorang pribadi yang berhasil
Eden artinya: Delight/Kesukaan
The Garden of Eden = Taman Kesukaan
CARA PANDANG kita terhadap kehidupan ini akan menentukan AKIBAT yang akan kita hasilkan. Cara pandang ini tidak ditentukan oleh jenis dan status pekerjaan kita, tapi oleh sikap dan iman kita.
Pandang situasi kehidupan kita sebagai “Taman Kesukaan” dengan selalu BERSYUKUR dan melihat POTENSI yang ada. Baik CEO, manager, staff, supir, maupun pembantu harus bersyukur di tengah suka duka pekerjaannya, sambil memandang dengan iman bahwa apa yang dipercayakan ini memiliki potensi untuk berkembang dan bermultiplikasi.
Di Taman Eden, Adam BERGAUL DENGAN TUHAN. Kitapun dalam kesibukan kita masing-masing harus senantiasa berhubungan dengan Tuhan. Tuhan dalam ditemukan di tengah kesibukan kita. Ini merupakan kerinduan Tuhan sendiri untuk tetap berhubungan dengan kita senantiasa
2. Kita Ditempatkan di TAMAN EDEN (Kej 2:15)
Mengusahakan: Mengerjakan (Yunani: bagaikan seorang pekerja upahan)
Ini adalah prinsip umum dalam bekerja. BEKERJALAH DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH untuk hasil yang maksimal. Paulus berkata, barangsiapa tidak bekerja janganlah ia makan. Apa yang dapat dilakukan, lakukanlah dengan segenap hati. Cobalah hal-hal baru, buatlah perencanaan yang baik, investasi dengan bijaksana, dll.
Memelihara: Menjaga (Yunani: bagaikan membangun sebuah pagar)
Pada sisi lain juga kita harus MENJAGA DAN MEMELIHARA setiap pekerjaan yang sudah kita lakukan. Dengan melakukan pemeliharaan/kontrol/accountability yang baik, maka pekerjaan yang kita lakukan akan terlindung dari kerugian atau kehancuran.
Berani memulai, kerjakan dengan sunggung-sungguh, dan terus memelihara apa yang kita lakukan akan membuka pintu-pintu keberhasilan bagi kita.
3. Kita perlu pertolongan ROH KUDUS (Kej 2:18)
Mengapa perlu seorang penolong?
Umumnya kita baru menyadari perlunya seorang penolong ketika kita mendapati diri kita tidak mampu lagi – “MENTOK”(19-20)
Allah dapat mengizinkan kita “mentok” dalam bisnis kita; rugi, ditipu orang, gagal tender, dll. Hal ini seringkali menjadi cara Allah untuk MENARIK PERHATIAN kita kembali kepada-Nya dan MEMBANGKITKAN KEBUTUHAN akan perlunya Tuhan BERINTERVENSI dalam pekerjaan kita. Fokus kepada Allah sumber berkat bukan kepada berkat itu sendiri.
Saat ‘mentok’ – Tidurlah! (21)
Ketika ‘mentok’ jasmani, istirahatlah dengan tidur yang cukup.
Ketika ‘mentok’ rohani, cari hadirat Allah untuk penyegaran rohani.
Bagaimana bisa berbuah dan bermultiplikasi? (28)
Ketika Adam bertemu dengan HAWA, barulah dapat menghasilkan keturunan. Ketika pelaku bisnis bertemu dengan REKAN BISNIS yang “sepadan”, barulah terjadi sukses. Lebih dari itu, kita perlu TUHAN sebagai MITRA SUKSES yang memimpin dan memberkati kita bermultiplikasi.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
